Pengelolaan Pasar Besi Jatayu Bandung Masih Belum Kondusif
- account_circle Asep Dani
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- visibility 4
- print Cetak

Yogi Sugiana sebagai ketua Himpunan Pedagang Pasar Besi Jatayu ( HPPBJ ) Bandung, diberikan kesempatan dari pihak pemkot Bandung langsung melalui dinas terkait untuk diberikan kepercayaan mengelola aset kota Bandung secara mandiri, tapi juga membantu dalam peningkatan industri kreatif dan pemberdayaan kawasan pasar besi Jatayu untuk pedagang kecil dan menengah dalam ketahanan ekonomi kerakyatan.
Pelaku Jual beli dipasar besi Jatayu ini identik dengan orang Ciamis Panjalu dan turun menurun hingga sekarang. Seiring waktu berjalan banyaknya para pedagang dari panjalu yang datang ke kota Bandung, maka agar tertib dalam aktivitas jual beli pemkot Bandung memindahkan sebagian ke jln. Rama dan Komodor Supadio yang sekarang lebih dikenal dengan Jatayu.
Di Jln.Supadio yang sekarang ada taman Cicendo dahulunya adalah tanah kosong tak terawat dalam bentuk kebun. Kebanyakan orang Panjalu dan berkoordinasi dengan pihak pemkot Bandung yang menata dan memanfaatkan tanah tersebut untuk tempat perkulakan besi tua dan juga sekaligus tempat wisata masyarakat Kota Bandung. Sejak kurang lebih 15 -20 tahun terakhir barulah pengurusan pasar besi Jatayu diatur melalui Dinas Pasar menunjuk badan usaha daerah dengan pengelolanya diatur oleh PD Pasar bermartabat, hal tersebut didasarkan agar untuk mempermudah koordinasi dan menata serta mengatur pemanfaatan aset tersebut. Namun dalam kenyataan nya pihak pasar mengalami kesulitan untuk berkoordinasi.

Menurut keterangan yang dihimpun ada kurang lebih 300 jongko di wajibkan bayar 60.000/ bln untuk penanganan masalah aset yang diatur oleh Perumda Kota Bandung . Tetapi masalah keteraturan pasar tetap menjadi tanggung jawab himpunan yang didapatkan dari gotong royong para pedagang pasar, contoh sektor infrastruktur, sampah, operasional, harian, keamanan yang berkoordinasi dengan pihak Rt, Rw, muspida Kelurahan, Kecamatan, Polsek, Koramil, dan juga Dinas Perhubungan.
Semua pengurusan itu ditangani dan ditanggung oleh himpunan pedagang yang sekarang 100 % menjadi warga kota Bandung, sedangkan secara fakta permudah kan masalah administratif sewa menyewa, kami telah mencoba membangun koordinasi dengan pihak Perumda Bandung perihal pengaturan pasar, ujar Yogi.
Yogi juga menambahkan permohonan untuk mengembalikan pengelolaan pasar kepada HPPBJ, kami siap bersinergi dalam program pengelolaan aset Kota Bandung dan bermitra dengan dinas-dinas terkait dalam program ketahanan ekonomi kerakyatan untuk usaha kecil dan menengah. Serta kami siap untuk membantu dalam penanganan masalah rekayasa pembuatan mesin-mesin dari dunia kreatif pertanian, peternakan, dan penanganan masalah mesin pemilah sampah.
- Penulis: Asep Dani
